AKU ADALAH DIRIKU, JUGA SEORANG FARMASIS

Andi Ameilia Sari Riandika

Semua senyawa obat adalah racun, takaran yang tepatlah yang membedakan antara racun dan obat, demikian seorang bapak toksikologi Paracelcus mengemukakan pernyataannya yang hingga saat kini tetap eksis di kalangan Kedokteran sekalipun. Berdasarkan kutipan tersebut, kita akan sadar betapa beresikonya penggunaan obat pada makhluk hidup. Dengan takaran yang kurang, obat tersebut tidak akan menimbulkan efek penyembuhan dan pada takaran yang lebih besar, seseorang akan mengalami gangguan kesehatan bahkan keracunan hingga kehilangan nyawa sebagai akibat keracunan yang tidak tertolong. Mengingat risiko yang sangat besar dalam penyembuhan penyakit dengan obat, seseorang harus paham tentang segala aspek terkait bahan penyusun obat beserta respon tubuh terhadap bahan tersebut dan mampu memberikan informasi yang benar dan tepat tentang penggunaan obat. Sebagai seorang mahasiswa di bidang Farmasi tentunya harus paham tentang tanggung jawabnya di masa yang akan datang.

Tanggung jawab farmasis itu sangat besar, orang lain mungkin saja menganggap remeh. Tapi kami yang berjuang di bidang ini sangat sadar betapa beresikonya pekerjaan ini jika tidak dikerjakan secara hati-hati. Selain menyediakan dan menjamin mutu obat, seorang farmasis juga aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat dalam meningkatkan wawasan tentang kesehatan, seperti menyediakan informasi kesehatan terkini, mengajarkan cara hidup sehat, dan cara mengolah lahan untuk tanaman obat keluarga. Perlu kita ketahui, kesehatan itu salah satu hal terpenting bagi suatu negara. Dalam keadaan sehat, seseorang dapat meningkatkan produktivitasnya dalam bekerja. Dengan adanya peningkatan produktivitas dalam bekerja, akan berdampak positif kepada kesejahteraan rakyat, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan negara. Dengan meningkatnya kesehatan di Negara kita, kita juga telah mensukseskan program pembangunan dunia yaitu program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)/SDGs yang akan dilaksanakan hingga tahun 2030 mendatang.

Dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh Prijono Tjiptoherijanto (1986), mengungkapkan bahwa adanya hubungan antara tingkat kesehatan dan produktivitas seseorang. Data ini diperoleh dari hasil penelitian di 22 negara berkembang dan meksiko. Oleh karena itu jika jangkauan kesehatan di masyarakat diperluas, maka kemungkinan besar produktivitas masyarakat akan bertambah besar dan perekonomian tambah baik. Sehingga berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan menjadi seorang yang aktif meningkatkan kesehatan di Indonesia, maka kita akan ikut andil dalam meningkatkan pertumbuhan eknomi dan pembangunan Negara secara tidak langsung.

Aku adalah seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan Farmasi dari Universitas ternama di Sulawesi. Aku bangga menjadi salah satu akademisi di Universitas tersebut. Pemahamanku tentang tanggung jawab seorang farmasis di lingkungan masyarakat makin tertata rapi di hati dan pikiranku. Tidak cukup sebatas pemahaman tentang tanggung jawab farmasis, mahasiswa Farmasi harus menguasasi seluruh bidang sains untuk dapat menghubungkan fenomena ilmiah dan realita agar dapat menerapkan ilmu sains dalam kehidupan ini. Begitulah orang katakan bahwa Farmasi adalah jurusan penerapan ilmu sains yang dipadukan dengan ilmu kedokteran dan seni.

5 tahun ke depan dengan bekal hari ini, akan ada tanggung jawab yang akan mahasiswa Farmasi pikul. Berbicara tentang aku dan diriku 5 tahun yang akan datang, adalah berbicara tentang gambaran dari cita-cita dan mimpiku. Cita-citaku adalah menjadi insan yang berguna bagi orang banyak. Menjadi seorang farmasis yang terjun di masyarakat merupakan jalanku menjadi orang yang berguna. Mimpiku adalah melihat orang lain kembali tersenyum dan sehat. Menjadi seorang farmasis memberikanku jalan untuk menyehatkan orang lain dengan pemberian obat yang tepat.

Dengan memperjelas cita-cita dan mimpiku, kini aku tahu apa yang perlu kulakukan hari ini. Untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan secara maksimal di masa yang akan datang, hari ini aku perlu meningkatkan kualitas diri. Aku berharap dengan kesadaranku untuk terus meningkatkan kualitas diri, dapat dilihat oleh orang banyak. Sebagai harapan bahwa dapat memberikan motivasi positif bagi pembaca, agar bangkit dari zona nyaman.

“Aku akan mengabdi pada Negara ini, untuk rakyat tercinta di Negara ini sebagai seorang Farmasis”.

Sungguh cita-cita dan mimpi yang terlihat sangat sempurna. Untuk itu anak muda bangsa perlu menyusun suatu cita-cita dan mimpi, agar jelas jalan hidup yang akan ditempuh. Mimpi yang sempurna itu tidak akan Anda temukan bila hanya berdiam diri.

Aku pun pernah jatuh sakit, kehilangan dukungan, malas, hingga berbuat curang. Aku pernah jatuh di titik jenuh yang rupanya adalah sebuah lubang yang dalam dan gelap. Ajaibnya, ketika melihat secercah harapan, aku dengan mudah bangkit dari keterpurukan itu. Harapan itu adalah cita-cita dan mimpiku. Ketika melihat dan mengingat kembali cita-cita dan mimpiku, aku dengan segera bangkit tanpa berpikir panjang. Aku pernah jatuh dan kemudian bangkit lagi, maka izinkanlah diriku untuk memberikan kalimat-kalimat motivasi. Semoga kalimat motivasiku, dapat tersampaikan kepada orang banyak.

“Untuk apa memikirkan masa depan, bila hari ini kesehatan tidak Anda pedulikan”

Cita-cita dan mimpi besar yang Anda impikan akan runtuh begitu saja bila hari ini Anda jatuh sakit. Terlepas dari cita-cita dan mimpi besar, ingatlah dirimu adalah milikmu. Kita harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Dengan menjaga kesehatan, cita-cita dan mimpi akan dengan mudah diraih. Untuk sampai ke masa depan, seseorang pasti berumur panjang, tapi untuk sampai ke masa depan dimana Anda ingin menjadi seseorang yang berguna, Anda harus sehat. Seberat apapun yang dijalani sekarang ini, jangan pernah melupakan makan dan tidur. Kamu bukan robot, bahkan robot sekalipun perlu kamu agar bisa beroperasi.

“Kita makhluk sosial, teruslah mencari dukungan orang lain”

Seberat apapun yang dijalani seseorang, akan menjadi ringan bila ada dukungan dari orang terdekat. Sesibuk apapun kamu, jangan pernah memisahkan diri dari dunia, sebab kita tidak bisa hidup sendiri. Teruslah mencari dukungan dari orang yang mencintai Anda, jika Anda mendapatkan cibiran, jadikanlah cibiran tersebut sebagai bentuk dukungan dari orang yang sangat mengkhawatirkan diri Anda. Seseorang yang tidak memiliki dukungan dari orang lain cenderung rapuh. Hati, pikiran, dan mentalnya dengan mudah goyah hanya karena terpaan angin sepoi. Orang yang seperti itu akan sulit menggapai cita-cita dan mimpinya.

“Jangan biasakan diri berbuat curang hari ini”

Jika kalian adalah mahasiswa, suatu kaum yang menjembatani antara pemerintah dan masyarakat, jangan biasakan diri berbuat curang. Masih belajar saja sudah berbuat curang, apalagi ketika sudah tidak lagi belajar. Akan jadi seperti apa Negara ini bila anak muda bangsanya membiasakan diri dengan kecurangan.

“Kalau bukan kamu, pasti orang lain. Hati-hati!”

Dengan terus mengasah diri, belajar tekun, dan berdoa, kamu pasti akan menjadi yang terbaik. Bila terus bermalas-malasan, perlu diingat orang lain di luar sana sedang berusaha mati-matian untuk menggapai cita-cita dan mimpinya. Oleh karena itu, untuk menjadi orang yang besar, seseorang tidak boleh bermalas- malasan.

“Aku bukanlah orang yang sempurna, tapi cita-cita dan mimpiku yang tertata membuatku belajar untuk menjadi orang yang terbaik”.

Salam hangatku kepada saudara-saudariku,
Semoga kita menjadi pemuda-pemudi yang diharapkan untuk bangsa ini