DARI UNTUK AKU YANG AKAN DATANG

Ade Fitri Rahmadianti

Dalam hidup setiap manusia pasti memiliki mimpi atau cita-cita untuk diri sendiri, begitu pun aku. Apa yang sebenarnya aku impikan untuk dua, tiga, empat, lima tahun mendatang? Aku ingin menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang sekitar aku tentunya dan itu sudah wajib. Adapun cita cita lain yang aku impikan, yakni menjadi seorang guru yang memiliki sekolah atau yayasan sendiri. Sebelumnya, pada saat ini aku seorang mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan tingkat sarjana pada jurusan Pendidikan Biologi. Mengapa harus cita-cita tersebut yang aku inginkan? Karena, ibu saya pernah mengatakan menjadi seorang guru merupakan suatu pekerjaan atau profesi yang sangat mulia, tanpa guru kita tidak akan bisa seperti ini sekarang, maka pepatah guru tanpa tanda jasa itu benar adanya.

Awalnya untuk menjadi seorang guru bukanlah cita-cita aku ketika masih kecil. Waktu kecil aku bercita-cita menjadi seorang pramugari, tapi ketika usiaku beranjak dewasa semuanya berubah. Mungkin, memang Allah sudah menuliskan garis takdirnya untuk aku seperti ini, dan aku percaya semua ada alasannya dan semakin hari ke hari waktu ke waktu aku menyadari bahwa ada sesuatu yang Allah inginkan dari aku. Hal itu ku sadari ketika aku menginjak perguruan tinggi dan mengalami adanya perubahan pada pribadi diri aku sendiri yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Awalnya semua ini terpaksa tapi sekarang menjadi terbiasa. Memang benar kata pepatah “kita bisa karena kita terbiasa.”

Harapanku dalam mewujudkan mimpi itu besar untuk seseorang yang aku cintai, yaitu ibu. Karena, sejauh ini beliau adalah alasan terbesar aku untuk mengejar mimpi tersebut, dan beliau juga yang tidak pernah berhenti untuk memberi aku dukungan disaat aku berada pada titik terendah dan ingin mengeluh. Ibuku yang membuat gairah ku agar aku mampu mewujudkan mimpi tersebut dan ini juga yang selalu mengajarkan bagaimana caranya bersyukur apa yang setiap aku dapatkan dan beliau juga selalu memberi sugesti positif kepadaku kalau aku mampu lewati ini semua. Menjadi seorang guru bukanlah suatu hal yang mudah bukan hanya sekedar mengajar kemudian pulang. Profesi guru juga memerlukan keahlian khusus, mengingat dengan adanya tanggung jawab yang begitu kompleks. Oleh sebab itu, menjadi seorang guru perlu memiliki kompetensi serta profesionalisme yang tinggi didalam diri agar dapat dihargai oleh siswa dan juga mampu mewujudkan tujuan utama yang ingin dicapai, yaitu membuat siswa menjadi manusia yang seutuhnya. Guru memiliki peran yang sangat amat penting khususnya dalam dunia pendidikan, maka dari itu perlu menjadi guru yang profesionalisme, menyenangkan serta tegas tapi tidak menakutkan. Dan bukan hanya itu saja, menjadi seorang guru juga kita bisa saling belajar, mereka belajar dari aku, begitupun aku belajar dari mereka jadi membuat diri saling berinteraktif dengan positif terutama dalam membangun dan memperkuat indonesia dalam bidang pendidikan dan juga mampu memberikan ilmu kepada mereka yang berhak menerimanya, karena sebaik-baiknya ilmu ialah ilmu yang bermanfaat.

Harapanku juga besar untuk ibu pertiwi ini karena pada saat ini masih banyak anak anak yang belum dapat menerima pendidikan dengan layak pada masa seusianya, maka dari itu aku ingin menjadikan profesi aku untuk mencerdaskan mereka yang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan usaha ku mengikuti kegiatan-kegiatan sosial secara tidak langsung aku juga memberikan ilmu kepada mereka yang tidak mampu melaksanakan sekolah. Dengan mengikuti kegiatan tersebut setidaknya aku melatih diri dalam berbagi kepada mereka dan agar mereka juga tahu apa itu pendidikan, bagaimana rasanya sekolah , dan bagaimana rasanya ada diproses pembelajaran.

Mimpiku untuk lima tahun yang akan datang yaitu, “i want to do something for eduction.” Dan juga untuk mengangkat derajat ibuku melalui proses perjalanan hidup yang ada diprofesi aku nantinya. Kemudian aku bisa memiliki sekolah atau yayasan sendiri agar peserta didik yang ingin sekolah tetapi ada kendala biaya aku bisa memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasakan sekolah. Seiring waktu dengan adanya doa ibuku serta adanya sikap tawakal dan ikhtiar aku yakin bahwa aku mampu mewujudkan cita-cita atau mimpi aku dimasa yang akan datang. Dalam hidup pasti selalu ada manis pahit yang kita lewati tapi hal tersebut bukan berarti alasan kita untuk berhenti dalam mewujudkan mimpi. Aku percaya semua terjadi pasti ada hikmahnya. Semoga apa yang kita mimpikan akan tercapai.
Amin…..

“We’ll Believe it we can do it!”