Harumkan Nama Indonesia, Siswi SMA 5 Surabaya Raih Gelar Juara 1 Kompetisi Sains Tingkat Internasional di Taiwan

©Puspresnas


Dari Surabaya, lalu menjadi juara di Taiwan. Seorang siswi dari SMA 5 Surabaya berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih juara pertama dalam kompetisi sains internasional di Taiwan. Siswi yang kerap disapa dengan nama Nathania ini, berhasil menarik perhatian juri dan peserta lainnya dengan dedikasi dan penelitian yang inovatif,  tentang ekstrak daun kelor yang terbukti memiliki manfaat dalam melawan bakteri salmonela typhi penyebab penyakit tifus. Mengusung penelitian bertajuk “Moringa Extract (Moringa Oleifera) based Silver Nanoparticle Sisal Fabric as Antibacterial Against Methicilin-Resistan Staphylococcuss Aureus” mengantarkan Nathania menjadi juara kategori Medicine and Health Science yang digelar secara offline di National Taiwan Science Education Center (NTSE), Taipei, Taiwan pada 5-11 Februari 2023 lalu. Keberhasilan luar biasanya itu tidak hanya membanggakan sekolahnya, tetapi juga memperkuat reputasi Indonesia di kancah kompetisi sains internasional. 

Berkompetisi di ajang bergengsi internasional seperti Taiwan International Science Fair (TISF) ini, rupanya bukanlah kompetisi internasional pertama bagi Nathania. Sebelumnya Nathania juga pernah mewakili Indonesia di ajang Asean Youth Research Innovation Summit (AYRIS) tahun 2022 dan meraih Juara 1 serta Juara Favorit. Pencapaiannya yang gemilang itu, tidak terlepas dari banyak tantangan yang dihadapi Nathania. Tak disangka, Nathania hanya memiliki persiapan kurang dari satu bulan sebelum menuju ajang TISF. Selain itu Ia juga mengaku, saat berkompetisi di Taiwan, tim Indonesia sempat memintanya untuk menyerah. Pasalnya, saat itu electron mikroskop yang dibutuhkannya hanya dimiliki Universitas Negeri Malang (UM). Alhasil, ia harus berangkat ke Malang dengan waktu yang sangat mepet.

“Saya nekat waktu itu. Jam 4 sore sudah tutup laboratoriumnya. Jam 2 berangkat dari Surabaya. Selama perjalanan udah saya pasrah, pokoknya ada usaha. Puji syukur masih bisa kekejar,” ungkap Nathania.

Istilah hasil tidak akan menghianati usaha rupanya dapat menggambarkan kerja keras Nathania. Ia berhasil menyabet gelar juara dan mengalahkan 21 negara lainnya, yaitu Taiwan, Singapura, Thailand, Macau, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Ukraina, Iran, Mesir, Luxemburg, Afrika Selatan, Tunisia, Turki, Italia, Brasil, Meksiko, Swiss, Republik Ceko, dan USA. Prestasi cemerlangnya itu menarik perhatian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan beliau berharap keberhasilan Nathania mampu menginspirasi teman-teman sebayanya untuk terus mengukir prestasi sehingga juga akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi yang baik. 

Nathania mengaku sangat ingin melanjutkan pendidikannya di jurusan kedokteran dan bisa kuliah di Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada. Bahkan, Nathania mempunyai mimpi untuk berperan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan bisa duduk di kursi World Health Organization (WHO). Nathania berpesan, “Jangan takut untuk mengeksplorasi potensi diri dan mengenal diri kita sendiri. Selama hal tersebut positif, teruslah untuk maju!” 

Penulis : Ni Kadek Intan Olivia Italiyana
Referensi : Gegara Ekstrak Kelor, Siswi asal Surabaya Juara 1 Lomba Sains Internasional di Taiwan (inews.id)