Cetak Rekor MURI dengan Segudang Prestasi

©Muhammad Chasan Amrulloh

Kisah inspiratif ini dari salah satu lulusan terbaik di universitas yang berada di Jawa Timur dengan masa belajar kurun waktu 3,5 tahun. Muhammad Chasan Amrulloh biasa dipanggil Chasan telah menyelesaikan studi Sarjana Administrasi Publik di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran’ Jawa Timur, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Administrasi Publik pada tahun 2019. Chasan memiliki hobi meneliti diberbagai sektor yakni ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan. Hobi tersebut muncul ketika dia melihat permasalahan di sekitarnya yang berkaitan dengan dengan kesejahteraan masyarakat.

Berawal dari hobi yang ditekuni dapat membawa dampak positif bagi kehidupannya. Pada awalnya Chasan tidak menyangka jika mendapatkan rekor MURI sebagai mahasiswa capaian unggulan terbanyak di Indonesia. Dari pengalaman yang dialami sangat menjadi kisah inspiraif bagi orang lain. Namun, dalam pencapaian tersebut pasti tidak mudah dan melewati berbagai macam tantangan serta kendala. Dalam proses pencapaian rekor MURI banyak kendala yang dialami yakni secara finansial dan keterbatasan waktu. Finansial dan waktu adalah dua hal yang sangat penting dalam suatu proses, apalagi harus mengeluarkan biaya dalam kompetisi di luar kota maupun di luar pulau. Namun, hal tersebut bukan menjadi alasan untuk menghambat dalam mencapai prosesnya.

Dari perlombaan yang Chasan ikuti juga memiliki sebuah pembelajaran kepada dirinya sendiri tentang arti kesabaran dan mengasah keilmuan di dalam suatu kompetisi. Selain itu, ketika dia sedang berkompetisi juga dapat menambah relasi baru yang dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi. Oleh karena itu, jika tidak mendapatkan juara tidak ada rasa kecewa dan merasa kurang maksimal. Dalam sebuah perlombaan pasti ada menang ataupun kalah namun ketika sudah mau berjuang untuk mencapai kebaikan maka bisa dikatakan menang dalam melawan rasa malas dalam diri sendiri.

Terkait melawan rasa malas pada diri sendiri pasti setiap orang memiliki motivasi diri sendiri untuk tetap bertahan terhadap berbagai cobaan dan rintangan. Motivasi yang selalu Chasan tanamkan dalam benak dirinya bahwa dalam proses tidak ada kata gagal dan tidak berhasil. Kegagalan merupakan cara untuk membentuk dirinya agar lebih kuat dalam mencapai keinginan yang telah direncanakan. Terdapat kata-kata bahwa “usaha tanpa doa itu sombong dan doa tanpa usaha itu bohong”. Dari kata-kata tersebut tentu harus diimbangi dalam berdoa dan berusaha agar semuanya berjalan dengan lancar. Kunci sukses melalui jalur doa dapat dicapai dengan mengamalkan bacaan sholawat.

Kesuksesan dalam suatu pencapaian dilalui dengan proses yang tidak mudah. Dalam proses yang dia lakukan merupakan tahap awal untuk mencapai cita-cita lain yang diinginkan. Ketika sudah berhasil mencapai salah satu capaian maka jangan merasa besar hati dan jadikan capaian awal sebagai motivasi untuk mencapai capaian yang lainnya. Chasan berpesan terhadap semua mahasiswa dan pelajar yakni jangan pernah putus asa, jangan pernah merasa tidak bisa jika belum dicoba, jangan pernah merasa minder dengan kemampuan seseorang, dan jangan pernah merasa gagal apa yang tidak terwujud. Semua itu ada hikmahnya bahwa akan diganti dengan hal yang lainnya dan untuk membentuk akar yang lebih kuat dalam mencapai cita-cita yang kita inginkan.

Penulis : Nur Laili Alfiatin Mukharomah