Saya Dan Diriku 5 Tahun Mendatang

Martina Nur Rachmawati

Nama saya Martina Nur Rachmawati, saya lahir di Malang pada tanggal 10 Maret 1993. Saya adalah anak keempat dari empat bersaudara. Saat ini saya merupakan mahasiswi semester 6 di Sekolah Tinggi Teknik Malang. Saya mengambil jurusan arsitektur. Alasan saya mengambil jurusan ini adalah karena saya ingin menjadi Arsitek dan sedari kecil yang mencintai bidang in. Ketika kecil, bapak saya sering membawakan buku tentang arsitektur dan interior, secara tidak langsung saya membaca dan melihat gambar bangunan yang ada dibuku tersebut. Menurut saya, buku ini adalah pengganti buku bacaan saya. Saya menyukai desain bangunan yang ada di buku tersebut. Buku tersebut selalu menampilkan denah rumah tersebut, akhirnya saya terapkan pada permainan, yaitu bongkar pasang. Permainan ini sangat menyenangkan, dari membuat denah rumah, hingga menata furniture yang ada di dalamnya. Setiap pulang sekolah saya selalu bermain permainan ini sepanjang waktu. Hingga waktu Sekolah Dasar habis, saya harus melanjutkan Sekolah Menengah Atas, waktu bermain saya berkurang bahkan menghilang. Saya harus pindah keluar kota untuk sekolah. Saya pergi ke kota Batu Jawa Timur. Orang tua saya berpisah ketika saya kelas 2 Sekolah Dasar. Saat ini saya harus ikut ibu di Batu.

Hari – hari saya yang sangat menyenangkan itu perlahan sirna digantikan dengan berkumpul bersama teman, mulai membicarakan teman pria dan pergi main ke rumah teman. Saya meninggalkan permainan bongkar pasang yang saya suka sejak kecil. Tiga tahun berlalu saya mulai menginjak Sekolah Menengah Atas. Saya memilih Sekolah Menengah Kejuruhan karena saya sangat menyukai keterampilan dan praktik. Saya memilih jurusan multimedia. Saya diajarkan desain 2 dimensi dan 3 dimensi. Bakat saya mulai terlihat saat itu, saya lebih menikmati belajar 3 dimensi, dan saya mulai mengembangkannya. Setelah lulus saya melanjutkan ke jenjang kuliah, namun saya memilih diploma 3 game animasi, dan saya sangat menikmatinya. Ilmu yang sudah saya cari mulai saya terapkan di dunia kerja. Saya membuka usaha interior. Pekerjaan saya adalah mendesain serta memproduksi produk tersebut. Waktu berjalan 2 tahun, saya memutuskan untuk kuliah arsitektur. Mungkin, waktu itu saya ingin mendongkrak usaha, namun ketika waktu berjalan hamper 3 tahun saya mulai memahami arti ilmu yang saya cari. Saya sadar bahwa ilmu tidak selamanya mendongkrak materi. Apa yang saya cintai pasti akan membuat saya bahagia apapun yang saya dapatkan. Saya mulai mencari tahu beberapa arsitek Indonesia. Berbagai macam profil telah saya baca.

Memang tidak semudah itu menjadi seorang arsitek yang berperan penting untuk bangsa. Tapi sejak saat itu saya mulai bertekad ingin menjadi arsitek yang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Melestarikan bangunan adat, serta melestarikan budaya Indonesia. 5 tahun mendatang saya ingin menjadi pribadi yang penuh cinta, selalu mencari ilmu dengan cinta, serta menerapkan ilmu tersebut dengan cinta. Karena, dengan cinta kita akan bahagia. Menjadi arsitek adalah tujuan saya. 5 tahun kedepan dengan jalan Tuhan Yang Maha Kuasa saya akan berjuang demi apa yang saya inginkan. Jatuh bangun dunia usaha telah saya lewati. Ternyata hidup ini bukan hanya tentang materi dan kekuasaan , tetapi hidup adalah tentang rasa, dimana kita selalu hidup di jalan dan keyakinan kita. 5 tahun mendatang, saya harus berada dijalan yang saya harapkan, meskipun belum menjadi seorang arsitek, setidaknya saya masih tetap berada di jalan mencari ilmu yang membuat saya bahagia menjadi apa yang saya inginkan.

Terima kasih untuk kedua orang tusaya yang kini telah meninggal dunia, terima kasih telah mengajarkan saya arti kehidupan. Selalu berjuang dan tidak mudah menyerah. Terima kasih untuk orang yang selalu mendukungku selalu memberikan semangat walaupun saya tidak sanggup. Tulisan ini bukan hanya untuk apa yang saya raih, tetapi lima tahun mendatang akan saya buka kembali apa yang sudah saya impikan di lima tahun terakhir. Semoga semangat saya masih tetap membara seperti saya menuliskan essay ini. Dan menjadi orang yang bahagia didunia dengan apa yang saya punya dan apa yang saya cintai. Hidup bukan untuk mendapatkan apa yang kita raih, tapi hidup adalah bagaimana kita menikmati perjalanan yang sangat sulit. Namun, kesulitan itu akan sangat mudah apabila kita menjalaninya dengan penuh cinta. Karena menurut saya cinta adalah kehidupan yang nyata. Cinta yang akan dibawa sampai mati.