24 Jun 2026
Oleh:
Sahputra Daniel Fotivar Sihombing
Sumber Gambar:
Dokumentasi Panitia
MEDAN, 6 Juni 2026 – Youth Ranger Indonesia Sumatera Utara menyelenggarakan program ReFoodity 2026 pada 5-6 Juni 2026 dengan mengusung tema "Rethink, Reuse, Refood." Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan pangan berkelanjutan, khususnya dalam mengurangi limbah pangan atau food waste melalui edukasi dan aksi nyata.
ReFoodity 2026 memadukan sesi edukasi daring dan praktik langsung secara luring. Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai isu limbah pangan, tetapi juga diajak untuk mempraktikkan cara mengolah bahan pangan yang masih layak guna secara kreatif, bertanggung jawab, dan tetap memperhatikan aspek keamanan pangan.
Pada hari pertama, Jumat (5/6/2026), kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan Dhimas Nugroho Wicaksono, External Director Trash Ranger Indonesia, sebagai narasumber. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai dampak limbah pangan terhadap lingkungan, pentingnya perubahan pola konsumsi, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi pemborosan makanan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pemaparan yang interaktif, peserta diajak untuk melihat sisa pangan bukan semata sebagai limbah, melainkan sebagai bahan yang masih berpotensi dimanfaatkan apabila dikelola dengan tepat. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami isu keberlanjutan yang semakin relevan dengan gaya hidup generasi muda saat ini.
Kegiatan kemudian berlanjut pada Sabtu (6/6/2026) secara luring di Serayu Coffee, Kota Medan, melalui sesi hands-on upcycling bersama Mulki Vokasi Indonesia. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah bahan pangan secara lebih efisien sekaligus mempraktikkan kreativitas memasak yang berorientasi pada pengurangan limbah pangan.
Sesi praktik dipandu oleh Chef Santi Siregar, pelaku usaha kuliner sekaligus pemilik MZ Cake N Bakery. Dengan pengalaman di bidang pengolahan makanan dan pelatihan keterampilan, Chef Santi membagikan teknik pemanfaatan bahan pangan secara efektif agar dapat diolah menjadi hidangan yang bernilai guna tanpa menghasilkan banyak sisa.
Selain praktik memasak, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara fasilitator dan peserta mengenai pentingnya inovasi di bidang pangan. Perwakilan dari Mulki Vokasi Indonesia turut mendorong peserta untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi limbah pangan, dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan terdekat.
Leader Youth Ranger Indonesia Regional Sumatera Utara, Rozinah Indah Priyanti, mengatakan bahwa isu limbah pangan bukan hanya berkaitan dengan makanan yang terbuang, tetapi juga dengan cara masyarakat menghargai proses panjang di balik makanan yang sampai ke meja makan.
“Food waste bukan hanya tentang makanan yang terbuang, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai setiap proses di balik makanan yang kita konsumsi. Melalui ReFoodity, kami ingin mengajak generasi muda untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil, termasuk cara memperlakukan makanan dengan lebih bijak,” ujar Rozinah.
Ia menambahkan, ReFoodity diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap limbah pangan, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam membangun pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Melalui semangat “Rethink, Reuse, Refood,” Youth Ranger Indonesia Regional Sumatera Utara berharap ReFoodity 2026 dapat menjadi ruang belajar, kolaborasi, dan aksi bagi anak muda dalam mendukung terciptanya ekosistem pangan yang lebih berkelanjutan. Program ini juga menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kreativitas, kolaborasi, dan langkah nyata yang dimulai dari kehidupan sehari-hari.
Editor: Rakha Anaqi Setyawan