04 Feb 2026
Oleh:
Rakha Anaqi Setyawan
Sumber Gambar:
Faisa Agara Amarullah
Sabtu, 24 Januari 2026 - Youth Ranger Indonesia (YRI) mengirimkan lima delegasi dari Departemen Public Relations sebagai perwakilan untuk acara DigiSHIELD Cyber Pulse Assessment yang didukung oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebagai misi ASEAN-Amerika Serikat dalam menggelorakan kepemimpinan pemuda dan literasi digital pada keamanan siber lingkup Asia Tenggara.
Acara dibuka dengan dua sambutan dari fasilitator DigiSHIELD, Ibu Dhini Sastroatmodjo dan Ibu Annisa Pratiwi Iskandar sebagai pengisi acara utama. Dalam sambutannya, Ibu Dhini menyampaikan dua poin keamanan digital dengan menciptakan ruang dialog yang aman dan inklusif dalam pembahasan isu perlindungan anak dan remaja di era digital, menekankan isu keamanan digital sebagai tanggung jawab bersama dan tidak hanya seorang individu. Sama halnya dengan Ibu Annisa yang menegaskan dalam membangun ketahanan digital dengan maksimal.
Agenda berikutnya adalah sesi forum group discussion (FGD) yang difokuskan pada perspektif pembahasan risiko keamanan digital yang dihadapi anak dan remaja serta rekomendasi dan peluang kolaborasi pada isu keamanan siber. Sesi ini menghadirkan serangkaian stakeholder, termasuk delegasi dari Youth Ranger Indonesia.
Dalam forum ini, delegasi Youth Ranger Indonesia (YRI) berperan aktif dalam mengidentifikasi risiko digital utama yang dihadapi pemuda ASEAN, seperti cyberbullying, eksploitasi online, penyalahgunaan data pribadi, dan risiko berbasis kecerdasan buatan (AI). Perspektif youth-centered menjadi landasan utama bahwa banyak remaja masih menjadi pengguna aktif teknologi, tetapi belum sepenuhnya dibekali literasi digital yang memadai untuk menghadapi kompleksitas risiko dan penekanan pada pendekatan preventif melalui penguatan literasi digital sejak dini.
Delegasi Youth Ranger Indonesia (YRI) sebagai representasi suara pemuda Indonesia juga menyampaikan isu perlindungan anak dan remaja di ruang digital. Delegasi YRI menegaskan bahwa perlindungan digital bagi remaja dan anak perlu dibangun melalui kombinasi literasi digital, dukungan dari komunitas, serta kebijakan yang inklusif dan ramah anak dengan melibatkan youth sebagai aktor aktif, tidak sekadar objek perlindungan saja.
Youth Ranger Indonesia menunjukkan komitmen anak muda pada penciptaan literasi keamanan digital di lingkup ASEAN secara komprehensif dan tentunya mengakselerasikan diskusi dengan rekomendasi pencegahan terhadap risiko-risiko digital. Harapannya, Youth Ranger Indonesia dapat terus berpartisipasi dalam pengembangan literasi digital yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata anak dan remaja, dengan menempatkan “youth” sebagai aktor utama dalam membangun ruang digital yang aman dan berdaya saing global.
Ketika Pikiran Gelap Datang, Bagaimana Generasi Z Bisa Menang Melawan Suicidal Thought?
26 Aug 2024
Ramadhan Ranger: Youth Ranger Aceh Salurkan Takjil untuk Pengendara Menjelang Berbuka Puasa
06 Mar 2026
Market Muda - Investor Daily: Partisipasi Youth Ranger Indonesia dalam Mendorong Literasi Media dan Diskusi Ekonomi antara Generasi Muda
04 Feb 2026