16 Jul 2025
Oleh:
Citra Sofia Virnanda
Sumber Gambar:
Niat hati cuma rebahan sambil scroll pengen beli shampo karena stoknya udah abis, tapi liat iklan sisir rambut ajaib di marketplace, jadinya malah beli sisir. Sampe akhirnya sadar, kalo shampo yang dibutuhin malah nggak jadi kebeli dan malah checkout yang ga penting.
Rangers pernah ngalamin hal serupa? Atau jangan-jangan baru aja nih checkout keranjang kuning? HAYOH…..
Tenang, Minyours engga lagi ngeramal kalian kok. Tapi tahu nggak, itu bukan cuma soal kurang kontrol diri. Bisa jadi… otak kamu lagi di-trick! Nama jebakan psikologisnya Priming Effect.
COBA BAYANGIN
Kamu lagi jalan-jalan di mall terus ngeliat kata “hemat” atau “diskon” terus-menerus di mana-mana. Otak kamu secara nggak sadar mulai mengaitkan kata-kata itu dengan kesempatan emas, langka, atau harus cepet ambil. Jadi begitu ada produk muncul dengan label “HEMAT 70%”, otak kamu udah ke-trigger duluan.
Priming effect itu kayak bisikan halus ke otak yang nyuruh kamu ambil keputusan cepat—tanpa mikir panjang. Dan sayangnya, kita sering kalah. Kena priming effect itu ga bahaya kok! Paling bikin bahaya dompetmu aja, soalnya suka beli hal-hal yang nggak terlalu dibutuhkan.
NIH MINYOURS KASIH CONTOH
Misal, Rangers lagi buka aplikasi belanja. Di halaman depan tuh suka muncul tulisan
“Diskon gede! Hanya sampai jam 12 malam!”
Tanpa sadar, kamu merasa: “Wah, kalau nggak beli sekarang, rugi!”
Padahal, kamu sebelumnya nggak kepikiran buat beli apapun.
Atau kamu lihat iklan sepatu yang bilang:
“Yakin mau nunggu harga naik lagi?”
Tiba-tiba kamu mikir, “Iya ya, sekarang aja deh sebelum nyesel…”
Padahal, nyesel karena beli yang nggak perlu tuh lebih menyebalkan.
Ngerasa relate??
Meresahkan banget nggak sih kalo terus-terusan ngelakuin hal kaya gini tuh?
Karena otak manusia itu suka shortcut alias jalan pintas. Kita nggak selalu mikir rasional. Kita pakai insting cepat buat ambil keputusan—apalagi kalau udah dipancing emosi, takut kehabisan, takut rugi, atau pengen cepet-cepet ikut tren.
Priming effect bekerja diam-diam lewat kata-kata, warna, musik, bahkan nada iklan. Dan karena pengaruhnya halus, kita nggak sadar sedang di-setir.
🤷🏻♂️“Terus gimana cara ngakalinnya Minyours?”
Eits, tenang aja! Bukan Minyours orangnya kalo nggak bisa kasih tips biar Rangers nggak melulu kena Priming Effect. Nih, coba ikutin tips dibawah ini biar terhindar dari Priming Effect.
1. Tanya ke diri sendiri, “Aku beneran butuh ini atau cuma kena hipnotis iklan?”
2. Tunggu 24 jam. Kalo masih pengen beli besok, baru dipertimbangkan.
3. Unfollow akun-akun yang kerjanya jual godaan terus. Sayangi dompet dan mental.
4. Punya wishlist jangka panjang. Biar kamu bisa bedain mana keinginan, mana kebutuhan.
5. Ingat! Diskon bukan berarti hemat kalau barangnya nggak kamu pakai.
Priming effect itu nyata, dan seringkali bikin kita beli karena terpicu, bukan karena butuh. Jadi lain kali kamu pengen klik “Beli Sekarang”, tarik napas dulu. Mungkin bukan kamu yang salah—tapi iklannya yang terlalu lihai manipulasi otak kamu.
Jangan mau dihipnotis terus, ya Rangers. Dompet juga punya hak untuk bahagia😉🛒💸