Youth Ranger Indonesia Sukseskan Program Government Visit ke Kementerian HAM RI, Perkuat Peran Pemuda dalam Membangun Indonesia yang Berkeadilan - Youth Rangers Indonesia

Youth Ranger Indonesia Sukseskan Program Government Visit ke Kementerian HAM RI, Perkuat Peran Pemuda dalam Membangun Indonesia yang Berkeadilan

22 Jun 2026

Oleh:

Latifa Azzahra

Youth Ranger Indonesia Sukseskan Program Government Visit ke Kementerian HAM RI, Perkuat Peran Pemuda dalam Membangun Indonesia yang Berkeadilan

Sumber Gambar:

Dokumentasi Panitia

Jakarta, 15 Juni 2026 – Youth Ranger Indonesia (YRI) sukses menggelar program Government Visit ke Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dan ruang dialog antara generasi muda dengan pemerintah untuk memperdalam pemahaman mengenai hak asasi manusia (HAM), sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berkeadilan.


Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kementerian HAM RI ini dihadiri oleh 80 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas dan mahasiswa. Acara dipandu oleh Anis Sepri Yadika Sinaga selaku Staff Community Engagement Youth Ranger Indonesia, diawali dengan registrasi peserta, pembukaan acara, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.


Selanjutnya dalam sesi sambutan, Yosef Sampurna Nggarang, S.Sos., selaku Staf Khusus Menteri Bidang Pemenuhan HAM, memperkenalkan Kementerian HAM sebagai kementerian yang baru dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 156 Tahun 2024. Melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto, urusan hak asasi manusia yang sebelumnya berada dalam satu kementerian bersama urusan hukum kini berdiri sebagai kementerian tersendiri guna memperkuat perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM di Indonesia.


Yosef menjelaskan bahwa keberadaan Kementerian HAM mungkin tidak selalu terlihat secara langsung seperti pembangunan infrastruktur fisik, namun dampaknya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari melalui hadirnya kebijakan, perlindungan, dan jaminan hak bagi seluruh warga negara. Menurutnya, hak asasi manusia hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, sehingga keberadaan kementerian ini memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan seluruh kebijakan dan pelayanan publik berjalan selaras dengan prinsip-prinsip HAM.


Ia juga menegaskan bahwa semangat Kementerian HAM lahir dari nilai perjuangan para tokoh bangsa yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan. Nilai-nilai keberanian, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia menjadi pondasi utama dalam menjalankan tugas kementerian tersebut.


Sementara itu, Dimas Dwi Pangestu, S.Tr.Sos., selaku CEO Representative External Youth Ranger Indonesia, memperkenalkan profil organisasi sekaligus berbagai inisiatif yang telah dilakukan Youth Ranger Indonesia bersama jaringan komunitas, organisasi kepemudaan, NGO, dan mitra strategis lainnya.


Dalam pemaparannya, Dimas menjelaskan bahwa Youth Ranger Indonesia hadir sebagai wadah pengembangan potensi pemuda yang mendorong lahirnya generasi penggerak, bukan sekadar pengikut. Melalui berbagai program di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, hingga pengembangan talenta digital, YRI berupaya membangun ruang kolaborasi yang memungkinkan anak muda berkontribusi secara nyata terhadap berbagai isu di Indonesia.


Salah satu program yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan ini adalah gerakan “Bersatu Melawan Bullying”, sebuah kampanye kolaboratif yang diinisiasi Youth Ranger Indonesia bersama Generasi Anti Kekerasan, Maju Bersama OSIS, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Genre Indonesia. Gerakan ini lahir sebagai respons terhadap tingginya angka perundungan yang masih terjadi di Indonesia.


Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi kasus perundungan di lingkungan sekolah dengan satu dari tiga siswa Indonesia mengaku pernah mengalami bullying di sekolah.  Selain itu, rendahnya kesadaran mengenai pencegahan perundungan dan terbatasnya kapasitas pendampingan di lingkungan pendidikan menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama. 


Melalui kampanye tersebut, Youth Ranger Indonesia berupaya memperluas edukasi anti-bullying kepada pelajar dan masyarakat. Hingga saat ini, gerakan tersebut telah menjangkau lebih dari 100 sekolah mitra, melibatkan lebih dari 10.000 relawan, membangun lebih dari 10 kerja sama dengan institusi pemerintah, serta menghasilkan delapan modul edukasi anti-bullying yang dapat diakses secara gratis. 


Menanggapi hal tersebut, Yosef menyampaikan bahwa persoalan bullying merupakan salah satu isu yang mendapat perhatian dari Kementerian HAM. Menurutnya, upaya pencegahan dan penanganan perundungan merupakan bagian penting dari perlindungan hak asasi manusia, khususnya bagi anak dan remaja. Oleh karena itu, Kementerian HAM menyambut baik berbagai gerakan yang digagas oleh generasi muda untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.


Dalam sesi pemaparan materi bertajuk “Membangun Masa Depan Indonesia yang Berkeadilan” oleh Yosef, menjelaskan bahwa hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada setiap manusia sejak lahir tanpa memandang latar belakang apa pun. HAM menjadi fondasi bagi terwujudnya kehidupan yang adil, setara, dan demokratis. Ia juga memperkenalkan empat pilar utama peran Kementerian HAM, yaitu kebijakan HAM, edukasi publik, penguatan budaya HAM, dan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. 


Selain itu, peserta diajak memahami berbagai tantangan HAM di era digital, seperti cyberbullying, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, serta penyebaran hoaks dan disinformasi. Yosef menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menyuarakan isu HAM dan memanfaatkan teknologi digital untuk advokasi yang positif. 


Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, Yosef juga menyoroti bahwa hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dilindungi. Ia menjelaskan bahwa upaya perlindungan HAM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil, komunitas pemuda, akademisi, hingga lembaga negara seperti Komnas HAM yang berperan memperkuat ekosistem perlindungan dan pemajuan HAM di Indonesia.


Kementerian HAM turut mengapresiasi semangat kolaborasi yang dibawa oleh Youth Ranger Indonesia dan mendukung penuh terhadap program-program yang telah dijalankan. Menurut Yosef, keterlibatan aktif pemuda dalam berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan menjadi modal penting untuk mempercepat penyebaran nilai-nilai HAM di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian HAM terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan komunitas dan organisasi kepemudaan yang memiliki perhatian terhadap isu hak asasi manusia.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, penyerahan sertifikat dan plakat penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan dari Youth Ranger Indonesia kepada Kementerian HAM RI, serta kunjungan singkat ke lingkungan kantor Kementerian HAM. 


Sejalan dengan semangat aksi #GelorakanApiPemuda yang diusung oleh Youth Ranger Indonesia, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Melalui Government Visit ini, diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara Youth Ranger Indonesia dan Kementerian HAM RI dalam memperluas edukasi hak asasi manusia, memperkuat partisipasi generasi muda, serta menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Artikel Lainnya
Content

Bingung Membangun Personal Branding? Ini Dia Tips Membangun Personal Branding di Media Sosial!

07 Oct 2024

Content

Siapkan Karier Anak Muda, Youth Ranger Indonesia Berkolaborasi dengan Wall Street English Gelar Webinar CV Writing dan Job Interview

11 May 2026

Content

Hadapi bahaya! BANJIR INFORMASI minim LITERASI

23 Apr 2025