MAKASSAR, 1 September 2026 — Youth Ranger Indonesia (YRI) Regional Sulawesi Selatan menggelar kunjungan edukasi ke Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar. Inisiatif ini merupakan bagian dari program LENTERA #1, sebuah langkah konkret dari Youth Ranger Indonesia untuk membekali generasi muda dengan literasi kebencanaan yang kritis guna menghadapi dinamika geografis Sulawesi Selatan.
Diikuti oleh 30 pengurus dan Rangers, kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk mengenal kantor BMKG, melainkan untuk memahami alur informasi krusial di balik peringatan cuaca, gempa bumi, hingga tsunami. Di tengah maraknya disinformasi, kemampuan pemuda dalam menyaring dan menyebarkan data yang valid menjadi kunci penting bagi keselamatan masyarakat. Peserta juga difasilitasi oleh pemateri terkait lingkungan kerja dan informasi kebencanaan di Sulawesi Selatan sehingga meningkatkan perhatian terhadap dinamika geografi.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV, Nasrol Adil, S.Si., M.T., menekankan peran generasi muda dalam menyebarluaskan informasi yang benar sekaligus menangkal hoaks terkait kebencanaan. “Anak muda bisa menjadi perpanjangan tangan dalam membantu menyampaikan informasi kepada lingkungan serta masyarakat di sekitarnya dan menangkal berbagai hoaks di media sosial saat ini,” ujarnya.
Penanggung Jawab Kegiatan, Fasya Andriani, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung yang relevan dengan dunia profesional. “Kami ingin peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga melihat bagaimana pengetahuan tersebut bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui program ini, Youth Ranger Indonesia Regional Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk mencetak Impactman (pengurus internal Youth Ranger Indonesia) yang tidak hanya tanggap terhadap risiko bencana, tetapi juga cerdas dalam memproses informasi. Dengan pemahaman yang lebih kuat mengenai mitigasi bencana, Youth Ranger Indonesia berharap dapat berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih tangguh dan aman.
Penulis: Adam Akhinal Rozaq
Editor: Rakha Anaqi Setyawan
