Jakarta, 27 Juni 2026 - Youth Ranger Indonesia (YRI) Jakarta-Banten menyelenggarakan PR Connect 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dengan mengusung tema “Connection, Endless, Collaboration”. Kegiatan ini mempertemukan pengelola hubungan masyarakat dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas untuk berbagi pengalaman serta mendiskusikan berbagai tantangan dalam pengelolaan komunikasi organisasi.
Sebanyak 25 peserta dari Youth Ranger Indonesia dan berbagai organisasi serta komunitas, termasuk AIESEC in UI, Koraksi, Basic Step, dan FOS DKI Jakarta, mengikuti kegiatan yang dikemas dalam format diskusi berbasis studi kasus. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak menganalisis persoalan yang kerap dihadapi dalam pengelolaan hubungan masyarakat sekaligus bertukar praktik dan pendekatan yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing organisasi.
PR Connect 2026 menjadi ruang belajar bersama bagi pengelola humas muda untuk memperkuat pemahaman mengenai komunikasi strategis. Diskusi berfokus pada sejumlah isu utama, mulai dari komunikasi krisis, tata kelola publikasi, pengelolaan media sosial dan kemitraan, hingga dinamika internal tim Public Relations.
Salah satu topik yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah pentingnya pengelolaan komunikasi krisis secara cepat, terkoordinasi, dan tetap mengedepankan akurasi informasi. Peserta antara lain menyoroti pentingnya penggunaan holding statement sebagai pernyataan awal, koordinasi lintas divisi, pembaruan informasi secara berkala, serta penerapan prinsip one voice policy agar pesan yang disampaikan organisasi tetap konsisten.
Diskusi juga menyoroti perkembangan peran Public Relations yang tidak lagi terbatas pada penyampaian informasi kepada publik. Dalam sebuah organisasi, fungsi humas juga berperan dalam mengidentifikasi risiko komunikasi, membangun hubungan dengan pemangku kepentingan, serta memberikan pertimbangan komunikasi kepada pimpinan dalam menghadapi berbagai situasi.
Dalam pembahasan mengenai media sosial, peserta berbagi pengalaman menghadapi perubahan algoritma platform digital, koordinasi publikasi dengan mitra, serta keterbatasan waktu anggota yang menjalankan aktivitas organisasi di tengah kesibukan akademik maupun profesional. Beberapa pendekatan yang mengemuka dalam diskusi antara lain penyusunan kalender konten, evaluasi performa media sosial secara berkala, serta penerapan alur kerja dan pembagian tanggung jawab yang lebih terstruktur.
Selain itu, peserta turut berbagi berbagai praktik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat sistem kerja divisi Public Relations, seperti penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) publikasi, pemeriksaan konten sebelum tayang, pengelolaan database mitra secara terintegrasi, serta penggunaan ruang dokumentasi berbasis cloud untuk mendukung koordinasi dan penyimpanan informasi organisasi.
Melalui diskusi berbasis studi kasus, peserta juga mendapatkan ruang untuk melatih kemampuan analisis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, serta manajemen komunikasi dalam menghadapi berbagai situasi organisasi.
PR Connect 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi pengelola humas muda dari berbagai latar belakang organisasi. Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh perspektif baru, tetapi juga dapat membawa pulang berbagai praktik yang relevan untuk dikembangkan sesuai kondisi organisasi masing-masing.
Youth Ranger Indonesia berupaya mendorong terciptanya ruang belajar dan kolaborasi antargenerasi muda melalui berbagai program pengembangan kapasitas.
Melalui PR Connect, Youth Ranger Indonesia berharap semakin banyak organisasi kepemudaan yang mampu membangun sistem komunikasi yang lebih terstruktur, responsif, adaptif, dan kolaboratif.