JAKARTA, 17 September 2026 — Youth Ranger Indonesia (YRI) melakukan kunjungan kelembagaan (government visit) ke Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di Jakarta pada Kamis (17/9/2026). Kunjungan ini digelar untuk membuka peluang kolaborasi strategis antara Youth Ranger Indonesia (YRI) dan Kementerian Pertanian dalam mencetak generasi muda yang siap terjun ke sektor agribisnis modern serta menjaga ketahanan pangan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi YRI yang menaungi pemuda di 7 distrik dan 36 regional dari Aceh hingga Papua bertemu langsung dengan jajaran Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Fokus utama bahasan berkisar pada regenerasi petani, peningkatan kapasitas SDM muda, serta pemanfaatan teknologi dalam agribisnis.
Perwakilan Pengurus Pusat Youth Ranger Indonesia, Nebukadnezar Ahmad, menyampaikan bahwa keterlibatan anak muda di sektor pertanian memerlukan dorongan konkret serta akses edukasi yang tepat dari pemerintah.
"Jaringan Youth Ranger Indonesia menjangkau puluhan wilayah di Indonesia, tetapi banyak anak muda yang masih memandang pertanian sebagai sektor informal. Melalui kunjungan ke Kementan, kami ingin menjembatani para Rangers agar mendapatkan akses pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan peluang aksi nyata di daerah masing-masing," ujar Nebukadnezar.
Menanggapi langkah Youth Ranger Indonesia, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Si., menegaskan pentingnya keterlibatan komunitas pemuda untuk mengisi celah kebutuhan SDM di lapangan, termasuk mengatasi keterbatasan tenaga penyuluh pertanian di Indonesia.
"Pertanian masa depan sangat ditentukan oleh pemuda hari ini. Sektor ini tidak lagi sebatas pekerjaan fisik konvensional, melainkan harus dikelola layaknya perusahaan agribisnis modern, presisi, dan berbasis teknologi. Oleh karena itu, keterlibatan anak muda menjadi kunci keberlanjutan pangan kita," tegas Dr. Muhammad Amin.
Terkait arah kebijakan pangan ke depan, Ketua Tim Hubungan Kelembagaan Masyarakat KLI Kementerian Pertanian, Deni Kristianto, memaparkan empat pilar prioritas pemerintah 2024–2029 yang mencakup swasembada pangan, pemenuhan gizi, ketahanan bioenergi, dan hilirisasi produk pertanian. Pihak Kementan menyambut baik inisiatif Youth Ranger Indonesia untuk ikut menyebarluaskan narasi positif pembangunan pertanian secara objektif.
Sebagai langkah awal dari kunjungan ini, Youth Ranger Indonesia dan Kementerian Pertanian menjajaki program pembinaan bersama, termasuk peluang keterlibatan anggota Youth Ranger Indonesia sebagai penyuluh swadaya dan pendamping kelompok tani yang telah terakreditasi. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
